Rabu, 31 Oktober 2012

HALANG RINTANG (2)


Halang Rintang (2) Turun Tebing

Bagi siswa setiap kegiatan halang rintang akan menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur-umur karena kegiatan tersebut mungkin ada yang melakukannya hanya sekali seumur hidup.
Kali ini saya akan menuliskan lagi kegiatan yang pernah kami lakukan bersama para siswa, utamanya dalam kegiatan PMR, bentuknya Halang Rintang (HR). Kegiatan ini diadaptasi dari Lomba PPPK-KSR, jaman sebelum ada Jumbara. Tulisan sebelumnya adalah halang rintang berupa tembok.

Pedoman utama kegiatan yang bersifat massal adalah keselamatan, kenyamanan, dan menyenangkan namun tetap ada kebebasan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan maksimal.
Tiap pos harus ada pembina atau petugas  yang serius memikirkan dan menjaga keamanan dan keselamatan siswa.

Halang Rintang – Turun Tebing

Dalam kegiatan perjalanan membawa pasien, dragbar biasanya diangkut oleh empat orang. Salah satu HR-nya adalah Turun Tebing.

Tebing yang ideal adalah:
1.     Kemiringan tebing sekitar 45 derajat dengan panjang lintasan minimal tiga meter. Keadaan minimal di atas akan menjadikan para siswa mendapat tantangan medan yang memadai.
2.     Medan dapat berupa ambal-ambalan, trap anak tangga. Namun yang bagus adalah yang alami. Jika habis hujan medan cenderung licin.
3.     Jika pesertanya bersifat massal, ketika medan semakin banyak dilalui maka turun tebing menjadi semakin menantang.

Aturan umum:
1.     Pasien tetap di tandu, kepala pasien berada di belakang dengan maksud agar pasien dapat ikut melihat sulitnya medan. Jika terpaksa pasien melorot secara perlahan dari dragbar maka kakinya dulu yang menyentuh tanah.
2.     Selama melewati kemiringan tebing posisi dragbar tetap dalam keadaan lurus, artinya depan dan belakang diusahakan selalu sama tinggi.
3.     Seluruh anggota regu harus menuruni tebing tersebut, tidak boleh ada yang memutar, atau tidak mau turun tebing.
4.     Pengaturan bagaimana agar dapat melewati tebing curam dengan cepat dan mulus, para siswa biarkan berdiskusi dan praktek tanpa pasien di tempat lain atau pernah dilatih di luar arena yang sekarang.









Tidak ada komentar: